Minggu, 04 April 2010

MUFIDA 'IZZATI K

Tanggal 08 Februari 2008, aku melahirkan putri cantik nan mungil, kami memberinya nama Mufida 'Izzati Kusumaningrum. Fida, nama panggilan putri kami. Lahir dengan berat 2800 gram dan tinggi 48 cm. Fida lahir dengan menangis seperti layaknya bayi yang baru lahir. Tanpa disangka ternyata Fida lahir dengan membawa keterbatasan. Fida memiliki ukuran bola mata yang tidak normal, di mana mata sebelah kanan memiliki pupil yang lebih kecil dari mata sebelah kanan.

Tentu saja aku dan keluarga besar sangat kaget dengan peristiwa ini. Hal ini baru kami ketahui setelah 10 hari Fida di lahirkan dan setelah Fida kami bawa ke salah satu rumah sakit di jogjakarta untuk menjalani pemeriksaan. Kemudian kami dirujuk ke Rumah Sakit di Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosis dokter mengatakan kalau mata Fida mengalami yang namanya Low Vision. itu pun jika masih ada sisa syaraf pada mata Fida. Dokter juga mengatakan bahkan jika dioperasi pun, mata Fida tidak bisa disembuhkan, hal itu hanya sia-sia saja. Semua yang dikatakan dokter membuat kami semua sangat sedih. Air mataku tak kuasa kuhentikan. Rasanya pikiranku benar-benar syok pada saat itu. Dokter memberi saran supaya Fida dirujuk ke sebuah Lembaga Sosial yang menangani anak-anak dengan gangguan penglihatan.

Akhirnya dengan hati yang masih galau, aku ditemani kedua orang tuaku dan juga kakak ku, kami semua pergi ke lembaga tersebut. Disana kami mendapat nasehat, motivasi agar kami tidak menyerah dengan keadaan dan berusaha memberi yang terbaik bagi putri kami. berbagai latihan dan stimulasi juga kami dapatkan untuk melatih penglihatan Fida dan mengetahui apakan masih ada sisa syaraf yang masih bisa dioptimalkan. Enam bulan sudah aku memberi latihan-latihan stimulasi pada penglihatan Fida tapi hasilnya kondisi penglihatan Fida tidak mengalami perubahan. Dari sinilah kami harus berusaha menerima kondisi penglihatan fida yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi.

Semua terjadi dengan kehendak Allah. Ini semua adalah skenario  Allah yang harus kami jalani. Tidak ada yang bisa kami lakukan untuk menyembuhkan penglihatan putri kami. Hanya kepada Allahlah, kami memohon pertolongan. Mulai saat itu kami berusaha untuk tetap tenang menjalani ujian ini dan berusaha untuk ikhlas dan sabar. Kami pasrahkan semua pada allah. Allah yang menghendaki kami menjadi orangtua spesial dan pasti Allah juga akan memberi jalan keluar dan pertolonganNya, amin.
Saat itu kami berpikir untuk bangkit. kami tidak boleh menyerah.
Ayo semangat...!!!

2 komentar:

  1. Smoga ukhti sekeluarga dikuatkan oleh Allah SWT, dan menjadikan fida anak yang sholehah.

    BalasHapus
  2. amin Allahumma amin... doa yang sama juga untuk antum sekeluarga..
    jazakallah..

    BalasHapus