Kamis, 08 April 2010

Aku Positif CMV

melanjutkan kisah sebelumnya...
Pada waktu kami, aku dan putriku, berada di Bandung, aku pun segera melakukan uji tes darah untuk mengetahui apakah aku positif terinfeksi virus CMV atau tidak. Uji lab ini kulakukan di salah satu laboratorium kesehatan di Bandung. Deg-degan juga menunggu hasilnya. Setelah satu minggu, hasilnya baru kuperoleh. Ku lihat-lihat tiap panel TORCH, toxo (-), rubella (-), CMV (Ig G (+ >250 ppm)) dan herpes (-). Ternyata aku positif terinfeksi virus CMV (Cytomeghalovirus).

Terus terang aku kaget sekali dengan hasil itu.. Aku tidak nyangka kalau ketika hamil aku sudah terinfeksi dengan virus CMV, karena selama aku memeriksakan kandunganku ke dokter kandungan, mereka mengatakan kalau kandunganku baik-baik saja.

Memang sewaktu aku hamil, aku pernah mengalami beberapa gejala yang aneh dan aku juga sempat sakit. Waktu usia kandunganku 3 bulan, aku melihat ada herves di atas lenganku,gatal sekali rasanya. Lalu waktu usia kandunganku 5 bulan, daerah sekitar kemaluanku pun terasa amat gatal. Dokter hanya menyarankan untuk membersihkannya dengan sabun bayi. Tapi walaupun sudah dibersihkan dengan sabun bayi, rasa gatal itu tidak hilang. Kemudian aku mencoba mencucinya dengan rebusan air daun sirih. Agak berkurang gatalnya tapi tetap saja gatal. Sampai 2 bulan rasa gatal itu baru hilang. Dan terakhir waktu usia kandunganku 6 bulan aku kena flu dan batuk. Batuk dan flu yang berkepanjangan..Dokter memberiku obat batuk, tapi tak ku makan, karena aku masih takut untuk mengkonsumsi obat sewaktu hamil. Karena tidak sembuh2, akhirnya aku pun nyerah. Aku minum obat batuk yang aman untuk orang hamil dari Bu Bidan. Ternyata batuk2 dan flunya juga tidak sembuh2. Kira2 hampir 2 bulan aku sakit. Akhirnya lama kelamaan, Alhamdulillah batuk ku pun sembuh setelah aku mengobatinya dengan makan buah apel yang di rebus, resep dari Ua ku di Sukabumi.

Dari beberapa gejala yang ku alami sewaktu hamil, kemudian membuat ku tersadar. Aku sempat merasa marah pada dokter kandunganku. Mengapa dengan gejala yang sedemikian parah, beliau tidak menyarankanku untuk tes darah, tes TORCH. Walaupun aku tahu biaya untuk tes TORCH mahal, tapi demi kesehatan bayiku aku pasti akan melakukannya. Aku pun sempat menyesali pada diri sendiri karena waktu itu aku kurang aktif mencari informasi yang berkenaan dengan gejala aneh ku ini. 

Aku baru ingat, dahulu waktu aku masih gadis, aku adalah penggemar kucing. Sampai kucing di rumahku banyak sekali. Mungkin asal muasal aku terinfeksi virus CMV ini dari binatang kesayanganku sendiri...Karena dari sumber yang kuperoleh, kucing, burung bisa menjadi vektor virus TORCH. Terutama lewat kotorannya. Selain itu juga lalapan mentah, daging yang setengah matang bisa menjadi vektor virus ini. Lain kesempatan aku bakal kasih info lebih lengkap ya tentang virus CMV ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar